Pengertian Observasi : Defenisi, Jenis-jenis, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, Lengkap Beserta Contohnya

Kata “observasi”  pasti sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dikalangan siswa dan mahasiswa. Beberapa orang berpendapat bahwa observasi itu adalah sebuah pengamatan, ada juga yang mengatakan observasi itu adalah kegiatan memperhatikan sesuatu hal. Nah, daripada bingung apa sebenarnya pengertian observasi itu sendiri berikut tigaribu.net memberikan ulasan tentang pengertian observasi.     Observasi adalah suatu kegiatan pengamatan yang dilakukan peniliti guna mengetahui informasi atau kebenaran atas objek yang diteliti. lalu apakah observasi yang kita lakukan itu semua sama ? Tidak, karena observasi terdiri dari beberapa jenis yaitu :     Jenis observasi berdasarkan para peneliti dibagi menjadi dua yaitu :     1. Observasi partisipan     Observasi partisipan dilakukan ketika seorang peneliti peneliti dapat mengambil peran dalam situasi yang sedang berlangsung atau melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan begitu, peneliti dapat merasakan langsung pengalaman dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang didapat menjadi lebih akurat. Contohnya, peneliti ikut mengikuti sebuah acara adat tradisional untuk mengetahui suku atau adat suatu daerah.     2. Observasi Non-partisipan     Observasi ini merupakan kebalikan dari observasi partisipan, dimana dalam observasi Non-partisipan peneliti tidak ikut ambil alih dalam objek yang diteliti dengan kata lain hanya mengumpulkan data yang dibutuhkan. Meskipun peneliti berada secara fisik di tempat yang akan diteliti tetapi hanya mencatat informasi yang diperoleh. Contohnya pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu sekolah untuk mencatat struktur susunan sekolah tersebut.     Jenis observasi berdasarkan pola pelaksanaannya yaitu :     1. Observasi terstruktur (sistematis)     Sebelum observasi ini dilaksanakan peneliti sebelumnya harus mempersiapkan daftar yang berisikan hal-hal apa saja yang perlu untuk diperhatikan dan format pencatatan yang dibuat secara spesifik supaya lebih efisien dan waktu yang diperlukan tidak lama. Biasanya peneliti telah memiliki gambaran mengenai apa yang akan terjadi.     2. Observasi tidak terstruktur (ekperimental)     Pada observasi ini peneliti akan mencatat semua informasi yang diperoleh dan tidak membatasi pengamatannya pada hal-hal tertentu. Setelah memperoleh data, peneliti akan mengamati dan menarik temuan secara induktif. Biasanya observasi ini dilakukan pada penelitian kualitatif.        Ciri-ciri Observasi     1. Observasi memiliki arah dan tujuan yang khusus, bukan hanya mencari kesan-kesan atas suatu fenomena.    2. Pelaksanaan observasi dilakukan secara terencana dan terstruktur, tidak dilakukan dengan sesuka hati terhadap objek yang akan diteliti     3. Observasi bersifat kuantitatif yang berarti mencatat sejumlah kejadian tentang tingkah laku sosial tertentu.     4. Ketika pelaksanaan observasi, informasi yang diperoleh harus dicatat secepatnya, dan tidak menggantungkan diri pada ingatan semata.     5. Data yang diperoleh pada saat observasi harus valid     6. Kajian bahasa yang digunakan harus jelas, tidak rancu, logis, dan sistematis        Tujuan Observasi     Aktivitas observasi bertujuan untuk memperoleh informasi atau gambaran tentang kehidupan sosial yang susah untuk diketahui. Dengan dilakukannya observasi ini dapat memberikan kejelasan tentang suatu permasalahan dan nantinya untuk mencari solusi atas masalah tersebut.        Manfaat Observasi     Kegiatan observasi memiliki beberapa manfaat diantaranya yaitu :     1. Dapat mengetahui dan mencatat gejala yang terkadang tidak jelas terjadi     2. Mampu menjelaskan proses kejadian yang berlangsung dan dapat menguji kualitas     3. Terjadi dalam kehidupan nyata.     4. Dapat memberikan gambaran dunia nyata     5. Hasil observasi  yang dicatat dapat  dikonfirmasikan dengan hasil penelitian     6. Kronologi kejadian dapat ddicatat dengan sistematis     7. Memperluas pengetahuan dan wawasan atas apa yang sebelumnya tidak ketahui     8. Mampu menciptakan sebuah penafsiran tersendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diaplikasikan     9. Observasi yang dilakukan dapat dikolaborasikan dengan metode penelitian yang lain, seperti wawancara dan lain-lain     10. Alat yang digunakan dan teknologi bisa merekam secara permanen.     Setelah mengetahui defenisi, jenis-jenis, ciri-ciri, tujuan, dan manfaat observasi berikut ini merupakan contoh dari kegiatan observasi terhadap tumbuhan cabai. Berdasarkan observasi yang dilakukan diperoleh informasi bahwa cabai bisa dikategorikan sebagai tumbuhan sayuran maupun masakan. Batang tumbuhan cabai tidak berkayu, dan biasanya ditanam di pekarangan rumah, lahan pertanian dan ladang. Tinggi tumbuhan cabai bisa mencapai kisaran kurang dari 40 sentimeter dengan jenis akar serabut. Berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan peneliti maka tumbuhan cabai menyerupai sirih yaitu merambat, membelit dan melata. Kegiatan diatas merupakan contoh sederhana kegiatan observasi yang dapat dilakukan.     Demikianlah ulasan artikel tigaribu.net tentang Defenisi, Jenis-jenis, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, Contoh observasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memahami lebih dalam tentang observasi.        Penulis : Betesda Sidabariba
Observasi
Kata “observasi”  pasti sudah sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dikalangan siswa dan mahasiswa. Beberapa orang berpendapat bahwa observasi itu adalah sebuah pengamatan, ada juga yang mengatakan observasi itu adalah kegiatan memperhatikan sesuatu hal. Nah, daripada bingung apa sebenarnya pengertian observasi itu sendiri berikut tigaribu.net memberikan ulasan tentang pengertian observasi.

Observasi adalah suatu kegiatan pengamatan yang dilakukan peniliti guna mengetahui informasi atau kebenaran atas objek yang diteliti. lalu apakah observasi yang kita lakukan itu semua sama ? Tidak, karena observasi terdiri dari beberapa jenis yaitu :

Jenis observasi berdasarkan para peneliti dibagi menjadi dua yaitu :

1. Observasi partisipan

Observasi partisipan dilakukan ketika seorang peneliti peneliti dapat mengambil peran dalam situasi yang sedang berlangsung atau melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan begitu, peneliti dapat merasakan langsung pengalaman dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang didapat menjadi lebih akurat. Contohnya, peneliti ikut mengikuti sebuah acara adat tradisional untuk mengetahui suku atau adat suatu daerah.

2. Observasi Non-partisipan

Observasi ini merupakan kebalikan dari observasi partisipan, dimana dalam observasi Non-partisipan peneliti tidak ikut ambil alih dalam objek yang diteliti dengan kata lain hanya mengumpulkan data yang dibutuhkan. Meskipun peneliti berada secara fisik di tempat yang akan diteliti tetapi hanya mencatat informasi yang diperoleh. Contohnya pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu sekolah untuk mencatat struktur susunan sekolah tersebut.

Jenis observasi berdasarkan pola pelaksanaannya yaitu :

1. Observasi terstruktur (sistematis)

Sebelum observasi ini dilaksanakan peneliti sebelumnya harus mempersiapkan daftar yang berisikan hal-hal apa saja yang perlu untuk diperhatikan dan format pencatatan yang dibuat secara spesifik supaya lebih efisien dan waktu yang diperlukan tidak lama. Biasanya peneliti telah memiliki gambaran mengenai apa yang akan terjadi.

2. Observasi tidak terstruktur (ekperimental)

Pada observasi ini peneliti akan mencatat semua informasi yang diperoleh dan tidak membatasi pengamatannya pada hal-hal tertentu. Setelah memperoleh data, peneliti akan mengamati dan menarik temuan secara induktif. Biasanya observasi ini dilakukan pada penelitian kualitatif.


Ciri-ciri Observasi

1. Observasi memiliki arah dan tujuan yang khusus, bukan hanya mencari kesan-kesan atas suatu fenomena.

2. Pelaksanaan observasi dilakukan secara terencana dan terstruktur, tidak dilakukan dengan sesuka hati terhadap objek yang akan diteliti

3. Observasi bersifat kuantitatif yang berarti mencatat sejumlah kejadian tentang tingkah laku sosial tertentu.

4. Ketika pelaksanaan observasi, informasi yang diperoleh harus dicatat secepatnya, dan tidak menggantungkan diri pada ingatan semata.

5. Data yang diperoleh pada saat observasi harus valid

6. Kajian bahasa yang digunakan harus jelas, tidak rancu, logis, dan sistematis


Tujuan Observasi

Aktivitas observasi bertujuan untuk memperoleh informasi atau gambaran tentang kehidupan sosial yang susah untuk diketahui. Dengan dilakukannya observasi ini dapat memberikan kejelasan tentang suatu permasalahan dan nantinya untuk mencari solusi atas masalah tersebut.


Manfaat Observasi

Kegiatan observasi memiliki beberapa manfaat diantaranya yaitu :

1. Dapat mengetahui dan mencatat gejala yang terkadang tidak jelas terjadi

2. Mampu menjelaskan proses kejadian yang berlangsung dan dapat menguji kualitas

3. Terjadi dalam kehidupan nyata.

4. Dapat memberikan gambaran dunia nyata

5. Hasil observasi  yang dicatat dapat  dikonfirmasikan dengan hasil penelitian

6. Kronologi kejadian dapat ddicatat dengan sistematis

7. Memperluas pengetahuan dan wawasan atas apa yang sebelumnya tidak ketahui

8. Mampu menciptakan sebuah penafsiran tersendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diaplikasikan

9. Observasi yang dilakukan dapat dikolaborasikan dengan metode penelitian yang lain, seperti wawancara dan lain-lain

10. Alat yang digunakan dan teknologi bisa merekam secara permanen.

Setelah mengetahui defenisi, jenis-jenis, ciri-ciri, tujuan, dan manfaat observasi berikut ini merupakan contoh dari kegiatan observasi terhadap tumbuhan cabai. Berdasarkan observasi yang dilakukan diperoleh informasi bahwa cabai bisa dikategorikan sebagai tumbuhan sayuran maupun masakan. Batang tumbuhan cabai tidak berkayu, dan biasanya ditanam di pekarangan rumah, lahan pertanian dan ladang. Tinggi tumbuhan cabai bisa mencapai kisaran kurang dari 40 sentimeter dengan jenis akar serabut. Berdasarkan pengamatan langsung yang dilakukan peneliti maka tumbuhan cabai menyerupai sirih yaitu merambat, membelit dan melata. Kegiatan diatas merupakan contoh sederhana kegiatan observasi yang dapat dilakukan.

Demikianlah ulasan artikel tigaribu.net tentang Defenisi, Jenis-jenis, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, Contoh observasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan memahami lebih dalam tentang observasi.


Penulis : Betesda Sidabariba

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Observasi : Defenisi, Jenis-jenis, Ciri-ciri, Tujuan, Manfaat, Lengkap Beserta Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel