Pengertian Database : Fungsi, Jenis, Komponen, Software Pengolah Database

Secara konsep database adalah elemen dari berbagai macam data yang terbentuk menjadi suatu file dengan kombinasi beberapa tabel yang saling memiliki relasi (relation) menggunakan struktur tertentu untuk membentuk suatu informasi.     Secara sistematik database dapat disimpan di dalam komputer dan dapat buka menggunakan alat bantu berupa program sehingga dapat melihat informasi yang tekandung di dalam database tersebut.    Informasi pada suatu database dapat ditambah, diedit, dan dihapus sesuai dengan kebutuhan namun harus menyesuaikan terhadap field yang telah dibuat di dalamnya ketika awal pembuatan database tersebut.      Apa Saja Fungsi Database ?    Pada studi kasus dalam kehidupan sehari proses penyimpan informasi sering dilakukan pada berbagai macam bidang, salah satunya pada kampus yang memiliki perpustakaan. Dalam hal ini tentunya untuk melakukan penyimpanan data - data buku perpustakaan yang diolah menggunakan sistem terkomputersiasi diperlukan adanya wadah atau ruang penyimpanan berupa database.    Begitu juga dengan suatu perusahaan, katakanlah perusahaan tersebut bergerak di bidang distribusi, ketika melakukan penyimpanan data - data ditribusi diperlukan adanya suatu database khusus.    Lebih dalam secara teknik untuk kinerjanya, beberapa fungsi database yaitu berikut :    1. Database dapat berfungsi sebagai solusi untuk mempermudah user dalam melakukan pengolahan data. Dalam hal ini database dapat meminimalisir waktu yang dibutuhkan user untuk mencari data – data yang diperlukan sehingga informasi pada database bisa ditemukan dalam waktu singkat karena database dapat melakukan melakukan pengelompokan data secara terstruktur dengan rapi sesuai kebutuhan.    2. Database dapat berberan positif dalam hal penyimpanan data dengan jumlah yang banyak. Ketika proses penyimpanan dilakukan secara konvensional dalam bentuk berkas memerlukan ruang yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran berkas tersebut sehingga memakan tempat pada ruangan kerja.     Berbeda dengan database yang dapat melakukan penyimpanan data berupa softcopy dengan ruang penyimpanan yang tidak harus memakan tempat di ruangan kerja.    3. Database dapat  menghidari terjadinya penyimpanan data ganda atau biasa disebut dengan duplikat data karena dilengkapi dengan DMBS yang akan memberikan pemberitahuan bahwa data dengan record yang sama telah disimpan terlebih dahulu pada database tersebut sehingga adanya data ganda pada database tidak terjadi.    4. Meskipun data yang dikelolah oleh user sangat banyak dapat diakses dengan mudah dengan database, baik dalam melakukan penambahan data baru, melakukan perubahan data lama, dan melakukan penghapusan data lama yang tidak berguna lagi.    5. Menjaga kualitas data yang diinput  oleh user ke dalam database agar tetap sesuai dengan output ketika dilakukan pencarian data yang tersimpan di dalamnya.    6. Database dapat mempermudah proses transfer data yang dapat dilakukan menggunakan program terterntu sehingga dalam waktu singkat informasi dapat dikirim ke pihak yang membutuhkan    7. Database dapat meningkatkan kinerja setiap aplikasi yang membutuhkan ruang penyimpanan data.      Apa Saja Jenis - Jenis Database ?    1. Operational Database    Operational database adalah suatu sistem basis data yang bisa melakukan penyimpanan data dengan rinci yang dibutuhkan sebagai pendukung operasi dari seluruh organisasi. Tetapi dalam hal ini juga biasa disebut dengan subject area databases (SADB), transaksi database, ataupun produksi database.     Contoh dari database ini yaitu database inventory, database mahasiswa, database konsumen, Dll.    2. Relational Database    Relational database merupakan jenis database yang paling banyak digunakan karena kelebihannya yang mampu merelasikan beberapa tabel berbeda untuk dapat menampilkan sebuah informasi yang bersumber dari tabel-tabel tersebut secara bersaamaan.    3. Database Warehouse    Database warehouse yang biasa disebut singkatan DW adalah suatu sistem basis data yang sering digunakan dalam pembuatan laporan ataupun analisis data yang  dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang sehingga database warehouse banyak digunakan oleh organisasi tingkat profesional.     Saat ini perkembangan database ini dapat digunakan untuk Shared Nothing Architeture (SNA) sebagai pendukung atau fasilitas ekstrem scalling.    4. In Memory Database    In Memory Database merupakan jenis database yang berketergantungan dengan memori pada penyimpanan data di dalam komputer.    5. End User Database    End User Database adalah pengguna (user) akhir dari pengguna perangkat lunak. Pada databse ini di support dengan bermacam-macam file dapat dikembangkan oleh end user pada workstation nya masing-masing. Contohnya seperti koleksi dokumen dalam spereadsheet,  word processing, ataupun download file.    6. Distributed Database    Distributed database atau biasa disebut dengan basis data terdistribusi adalah database yang disimpan pada beberapa komputer berbeda dan proses pengelolaannya menggunakan jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dengan syaratnya masih mempergunakan database yang sama.     Distributed database mempemudah suatu perusahaan yang mempergunakan banyak komputer dalam mengkelolah satu database yang sama. Contohnya adalah perusahaan yang mengolah data asuransi pendidikan untuk menganalisa dan mengidentifikasi data nasabah yang akan diberikan donasi asuransi pendidikan.    7. Analytical database    Analytical database adalah database yang digunakan untuk penyimpanan data ataupun informasi yang diperoleh dari operasional database dan external database. Jenis database ini mengandung data ataupun informasi yang telah diringkas dan merupakan database yang sering dibutuhkan suatu organisasi manajemen ataupun End User lainnya.    8. External Database    External database adalah suatu database yang digunakan untuk bidang komersil bersifat publik sehingga dapat diakses oleh banyak orang.    9. Hypermedia Database On the web    Jenis database ini merupakan beberapa halaman pada suatu situs web yang dilengkapi dengan halaman utama beserta hyperlink dari jenis multimedia berupa teks, grafik animasi, gambar, audio, video, dan lain-lain.    10. Navigational Database    Navigational Database adalah jenis database yang dimana objek ataupun referensi ditemukan jika mengikuti referensi dari objek yang lain. Jenis database ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 1973  oleh Turing Award Charles Bachman dengan judul makalahnya The Programmer as Navigator.     11. Document Oriented Database    Document Oriented Database adalah sistem basis data yang dirancang khusus untuk digunakan pada aplikasi penyimpanan informasi yang berorientasi dokumen dan dikenal juga data semi terstruktur.    12. Hypertext Database    Hypertext database adalah jenis sistem basis data yang ditemukan oleh Ted Nelson pada tahun 1960 an, pada database ini sebuah objek dapat dihubungkan secara kreatif dengan objek lainnya.    13. Real Time Database    Real Time Database adalah jenis sistem basis data yang memanfaatkan pemrosesan waktu nyata untuk mengatasi beban kerja dengan kondisi yang terus berubah-ubah dengan sangat cepat secara dinamis.     Jenis sistem basis data ini cocok digunakan pada perusahan di bidang catatan medis, hukum, perbankan, multimedia, dan lain-lain.     14. Embeded Database    Embeded database adalah DBMS (Sistem Manajemen Basis Data) yang terintegrasi kuat dengan software aplikasi yang membutuhkan akses ke data yang tersimpan sehingga sistem basis data ini tersembunyi dari end uSer aplikasi dan tidak membutuhkan banyak pemeliharaan yang berkelanjutan.       Apa Saja Komponen Database dan Fungsinya ?    1. Hardware (Perangkat Keras)    Hardware (Perangkat Keras) pada umumnya yang terdapat di dalam suatu database adalah personal computer (PC), memori sekunder yang bersifat online atau biasa disebut hard disk, memori sekunder yang bersifat offline atau biasa disebut disk, network system, dan perangkat untuk komunikasi jaringan.     2. Operating System (Sistem Operasi)    Operating system (Sistem Operasi) merupakan program yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja seluruh sumber daya yang terdapat di dalam personal computer dan melakukan operasi dasar dalam personal computer.     Dalam hal ini peroses pengolahan sistem basis data akan dapat dilakukan apabila operating system (Sistem Operasi) yang digunakan sesuai dengan software pengolah sistem basis data yang digunakan pada personal computer tersebut.     Operating system (Sistem Operasi) yang umum digunakan untuk pengolahan sistem basis data yaitu Microsoft Windows, Linux, Microsoft DOS, Mac OS, UNIX, Dll.    3. Database (Basis Data)    Database (Basis Data) merupakan sekumpulan objek data yang tersusun secara organisir yang dapat ditambah, diperbaharui (Edit), dan dihapus. Objek yang terkandung di dalam database ini dapat berupa tabel, fiel, record, dll.    4. DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data)    DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data) adalah software khusus yang dibuat untuk membangun database baru dan mengkelolah database lama yang telah dibangun sebelumnya. Perintah yang terdapat pada DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data) yaitu :  Data Definition Language (DDL yang berfungsi untuk membuat table, memuat index, dan mengedit table.  Data Manipulation Language (DML) yang berfungsi untuk menambah data atau record yang baru, menghapus data atau record yang telah dibuat sebelumnya, dan memperbaharui  atau record yang telah dibuat sebelumnya.   5. User (Pengguna)    User (Pengguna) adalah komponen sistem basis data yang berinteraksi langsung dengan sistem basis data. Terdapat beberapa tipe User (Pengguna) diantaranya sebagai berikut :    a. Administrator Basis Data (Database Administrator)    Yaitu user (pengguna) yang betugas sebagai pengendali seluruh sistem basis data baik untuk menentukan struktur sistem basis data, memanipulasi record database, membagi setiap tugas kepada  tim pengolah sistem basis data, dll.    b. Pengguna Canggih (Sophisticated User)    Yaitu user (pengguna) yang melakukan interaksi dengan database atau sistem basis data menggunakan perintah query database dengan SQL, Microsoft Acces, Dll.    c. Pembuat Program Aplikasi (Aplication Programmer)    Yaitu user (pengguna) yang membuat suatu aplikasi terlebih dahulu menggunakan bahasa pemrograman tertentu sebelum melakukan interaksi dengan database atau sistem basis data.    d. Pengguna Khusus (Specialized User)    Yaitu user (pengguna) yang berineraksi dengan database secara non konvensional berdasarkan keperluan tertentu menggunakan aplikasi seperti sistem pendukung keputusan, sistem pakar, sistem informasi apotik, dll.    e. Pengguna Naif (Naïve User)    Yaitu user (pengguna) yang tidak harus memiliki kemampuan khusu dalam hal memanipulasi database tetapi hanya dapat mengoperasikan aplikasi yang telah disediakan untuk melakukan akses data yang tersimpan di dalam database.    6. Perangkat Lunak (Software)    Yaitu perangkat lunak yang difungsikan sebagai alat bantu user dalam melakukan pembuatan, menyimpan, dan memanipulasi record database.      Apa saja Software Pengolah Database ?    Software pengolah database adalah program khusus yang dibuat untuk digunakan sebagai alat dalam membuat dan memanipulasi record pada database sesuai dengan kebutuhan. Beberapa software yang dapat digunakan untuk membuat dan memanipulasi database diantaranya yaitu :  1. MySQL  2. MySQLi  3. Ms. Acces  4. SQL Server  5. Oracle  6. SAP HANA  7. PostgreSQL  8. MongoDB  9. MariaDB  10. DB2  11. Firebird  12. Interbase  13. Microsoft SQL Server  14. SQLite  15. Visual Foxpro  16. Clipper  17. IBM  18. dll.  Demikian artikel terkait pengertian database beserta fungsi, komponen, dan software yang dapat digunakan untuk membuat ataupun memanipulasi database. Semoga bermanfaat.

Secara konsep database adalah elemen dari berbagai macam data yang terbentuk menjadi suatu file dengan kombinasi beberapa tabel yang saling memiliki relasi (relation) menggunakan struktur tertentu untuk membentuk suatu informasi. 

Secara sistematik database dapat disimpan di dalam komputer dan dapat buka menggunakan alat bantu berupa program sehingga dapat melihat informasi yang tekandung di dalam database tersebut.

Informasi pada suatu database dapat ditambah, diedit, dan dihapus sesuai dengan kebutuhan namun harus menyesuaikan terhadap field yang telah dibuat di dalamnya ketika awal pembuatan database tersebut.


Apa Saja Fungsi Database ?

Pada studi kasus dalam kehidupan sehari proses penyimpan informasi sering dilakukan pada berbagai macam bidang, salah satunya pada kampus yang memiliki perpustakaan. Dalam hal ini tentunya untuk melakukan penyimpanan data - data buku perpustakaan yang diolah menggunakan sistem terkomputersiasi diperlukan adanya wadah atau ruang penyimpanan berupa database.

Begitu juga dengan suatu perusahaan, katakanlah perusahaan tersebut bergerak di bidang distribusi, ketika melakukan penyimpanan data - data ditribusi diperlukan adanya suatu database khusus.

Lebih dalam secara teknik untuk kinerjanya, beberapa fungsi database yaitu berikut :

1. Database dapat berfungsi sebagai solusi untuk mempermudah user dalam melakukan pengolahan data. Dalam hal ini database dapat meminimalisir waktu yang dibutuhkan user untuk mencari data – data yang diperlukan sehingga informasi pada database bisa ditemukan dalam waktu singkat karena database dapat melakukan melakukan pengelompokan data secara terstruktur dengan rapi sesuai kebutuhan.

2. Database dapat berberan positif dalam hal penyimpanan data dengan jumlah yang banyak. Ketika proses penyimpanan dilakukan secara konvensional dalam bentuk berkas memerlukan ruang yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran berkas tersebut sehingga memakan tempat pada ruangan kerja. 

Berbeda dengan database yang dapat melakukan penyimpanan data berupa softcopy dengan ruang penyimpanan yang tidak harus memakan tempat di ruangan kerja.

3. Database dapat  menghidari terjadinya penyimpanan data ganda atau biasa disebut dengan duplikat data karena dilengkapi dengan DMBS yang akan memberikan pemberitahuan bahwa data dengan record yang sama telah disimpan terlebih dahulu pada database tersebut sehingga adanya data ganda pada database tidak terjadi.

4. Meskipun data yang dikelolah oleh user sangat banyak dapat diakses dengan mudah dengan database, baik dalam melakukan penambahan data baru, melakukan perubahan data lama, dan melakukan penghapusan data lama yang tidak berguna lagi.

5. Menjaga kualitas data yang diinput  oleh user ke dalam database agar tetap sesuai dengan output ketika dilakukan pencarian data yang tersimpan di dalamnya.

6. Database dapat mempermudah proses transfer data yang dapat dilakukan menggunakan program terterntu sehingga dalam waktu singkat informasi dapat dikirim ke pihak yang membutuhkan

7. Database dapat meningkatkan kinerja setiap aplikasi yang membutuhkan ruang penyimpanan data.


Apa Saja Jenis - Jenis Database ?

1. Operational Database

Operational database adalah suatu sistem basis data yang bisa melakukan penyimpanan data dengan rinci yang dibutuhkan sebagai pendukung operasi dari seluruh organisasi. Tetapi dalam hal ini juga biasa disebut dengan subject area databases (SADB), transaksi database, ataupun produksi database. 

Contoh dari database ini yaitu database inventory, database mahasiswa, database konsumen, Dll.

2. Relational Database

Relational database merupakan jenis database yang paling banyak digunakan karena kelebihannya yang mampu merelasikan beberapa tabel berbeda untuk dapat menampilkan sebuah informasi yang bersumber dari tabel-tabel tersebut secara bersaamaan.

3. Database Warehouse

Database warehouse yang biasa disebut singkatan DW adalah suatu sistem basis data yang sering digunakan dalam pembuatan laporan ataupun analisis data yang  dapat disimpan dalam jangka waktu yang panjang sehingga database warehouse banyak digunakan oleh organisasi tingkat profesional. 

Saat ini perkembangan database ini dapat digunakan untuk Shared Nothing Architeture (SNA) sebagai pendukung atau fasilitas ekstrem scalling.

4. In Memory Database

In Memory Database merupakan jenis database yang berketergantungan dengan memori pada penyimpanan data di dalam komputer.

5. End User Database

End User Database adalah pengguna (user) akhir dari pengguna perangkat lunak. Pada databse ini di support dengan bermacam-macam file dapat dikembangkan oleh end user pada workstation nya masing-masing. Contohnya seperti koleksi dokumen dalam spereadsheet,  word processing, ataupun download file.

6. Distributed Database

Distributed database atau biasa disebut dengan basis data terdistribusi adalah database yang disimpan pada beberapa komputer berbeda dan proses pengelolaannya menggunakan jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dengan syaratnya masih mempergunakan database yang sama. 

Distributed database mempemudah suatu perusahaan yang mempergunakan banyak komputer dalam mengkelolah satu database yang sama. Contohnya adalah perusahaan yang mengolah data asuransi pendidikan untuk menganalisa dan mengidentifikasi data nasabah yang akan diberikan donasi asuransi pendidikan.

7. Analytical database

Analytical database adalah database yang digunakan untuk penyimpanan data ataupun informasi yang diperoleh dari operasional database dan external database. Jenis database ini mengandung data ataupun informasi yang telah diringkas dan merupakan database yang sering dibutuhkan suatu organisasi manajemen ataupun End User lainnya.

8. External Database

External database adalah suatu database yang digunakan untuk bidang komersil bersifat publik sehingga dapat diakses oleh banyak orang.

9. Hypermedia Database On the web

Jenis database ini merupakan beberapa halaman pada suatu situs web yang dilengkapi dengan halaman utama beserta hyperlink dari jenis multimedia berupa teks, grafik animasi, gambar, audio, video, dan lain-lain.

10. Navigational Database

Navigational Database adalah jenis database yang dimana objek ataupun referensi ditemukan jika mengikuti referensi dari objek yang lain. Jenis database ini pertama kali dipopulerkan pada tahun 1973  oleh Turing Award Charles Bachman dengan judul makalahnya The Programmer as Navigator. 

11. Document Oriented Database

Document Oriented Database adalah sistem basis data yang dirancang khusus untuk digunakan pada aplikasi penyimpanan informasi yang berorientasi dokumen dan dikenal juga data semi terstruktur.

12. Hypertext Database

Hypertext database adalah jenis sistem basis data yang ditemukan oleh Ted Nelson pada tahun 1960 an, pada database ini sebuah objek dapat dihubungkan secara kreatif dengan objek lainnya.

13. Real Time Database

Real Time Database adalah jenis sistem basis data yang memanfaatkan pemrosesan waktu nyata untuk mengatasi beban kerja dengan kondisi yang terus berubah-ubah dengan sangat cepat secara dinamis. 

Jenis sistem basis data ini cocok digunakan pada perusahan di bidang catatan medis, hukum, perbankan, multimedia, dan lain-lain. 

14. Embeded Database

Embeded database adalah DBMS (Sistem Manajemen Basis Data) yang terintegrasi kuat dengan software aplikasi yang membutuhkan akses ke data yang tersimpan sehingga sistem basis data ini tersembunyi dari end uSer aplikasi dan tidak membutuhkan banyak pemeliharaan yang berkelanjutan.


Apa Saja Komponen Database dan Fungsinya ?

1. Hardware (Perangkat Keras)

Hardware (Perangkat Keras) pada umumnya yang terdapat di dalam suatu database adalah personal computer (PC), memori sekunder yang bersifat online atau biasa disebut hard disk, memori sekunder yang bersifat offline atau biasa disebut disk, network system, dan perangkat untuk komunikasi jaringan. 

2. Operating System (Sistem Operasi)

Operating system (Sistem Operasi) merupakan program yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja seluruh sumber daya yang terdapat di dalam personal computer dan melakukan operasi dasar dalam personal computer. 

Dalam hal ini peroses pengolahan sistem basis data akan dapat dilakukan apabila operating system (Sistem Operasi) yang digunakan sesuai dengan software pengolah sistem basis data yang digunakan pada personal computer tersebut. 

Operating system (Sistem Operasi) yang umum digunakan untuk pengolahan sistem basis data yaitu Microsoft Windows, Linux, Microsoft DOS, Mac OS, UNIX, Dll.

3. Database (Basis Data)

Database (Basis Data) merupakan sekumpulan objek data yang tersusun secara organisir yang dapat ditambah, diperbaharui (Edit), dan dihapus. Objek yang terkandung di dalam database ini dapat berupa tabel, fiel, record, dll.

4. DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data)

DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data) adalah software khusus yang dibuat untuk membangun database baru dan mengkelolah database lama yang telah dibangun sebelumnya. Perintah yang terdapat pada DBMS (Sistem Pengolahan Basis Data) yaitu :
  • Data Definition Language (DDL yang berfungsi untuk membuat table, memuat index, dan mengedit table. 
  • Data Manipulation Language (DML) yang berfungsi untuk menambah data atau record yang baru, menghapus data atau record yang telah dibuat sebelumnya, dan memperbaharui  atau record yang telah dibuat sebelumnya.

5. User (Pengguna)

User (Pengguna) adalah komponen sistem basis data yang berinteraksi langsung dengan sistem basis data. Terdapat beberapa tipe User (Pengguna) diantaranya sebagai berikut :

a. Administrator Basis Data (Database Administrator)

Yaitu user (pengguna) yang betugas sebagai pengendali seluruh sistem basis data baik untuk menentukan struktur sistem basis data, memanipulasi record database, membagi setiap tugas kepada  tim pengolah sistem basis data, dll.

b. Pengguna Canggih (Sophisticated User)

Yaitu user (pengguna) yang melakukan interaksi dengan database atau sistem basis data menggunakan perintah query database dengan SQL, Microsoft Acces, Dll.

c. Pembuat Program Aplikasi (Aplication Programmer)

Yaitu user (pengguna) yang membuat suatu aplikasi terlebih dahulu menggunakan bahasa pemrograman tertentu sebelum melakukan interaksi dengan database atau sistem basis data.

d. Pengguna Khusus (Specialized User)

Yaitu user (pengguna) yang berineraksi dengan database secara non konvensional berdasarkan keperluan tertentu menggunakan aplikasi seperti sistem pendukung keputusan, sistem pakar, sistem informasi apotik, dll.

e. Pengguna Naif (Naïve User)

Yaitu user (pengguna) yang tidak harus memiliki kemampuan khusu dalam hal memanipulasi database tetapi hanya dapat mengoperasikan aplikasi yang telah disediakan untuk melakukan akses data yang tersimpan di dalam database.

6. Perangkat Lunak (Software)

Yaitu perangkat lunak yang difungsikan sebagai alat bantu user dalam melakukan pembuatan, menyimpan, dan memanipulasi record database.


Apa saja Software Pengolah Database ?

Software pengolah database adalah program khusus yang dibuat untuk digunakan sebagai alat dalam membuat dan memanipulasi record pada database sesuai dengan kebutuhan. Beberapa software yang dapat digunakan untuk membuat dan memanipulasi database diantaranya yaitu : 
1. MySQL
2. MySQLi
3. Ms. Acces
4. SQL Server
5. Oracle
6. SAP HANA
7. PostgreSQL
8. MongoDB
9. MariaDB
10. DB2
11. Firebird
12. Interbase
13. Microsoft SQL Server
14. SQLite
15. Visual Foxpro
16. Clipper
17. IBM
18. dll.

Demikian artikel terkait pengertian database beserta fungsi, komponen, dan software yang dapat digunakan untuk membuat ataupun memanipulasi database. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Database : Fungsi, Jenis, Komponen, Software Pengolah Database"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel